Senin, 11 Maret 2019

Gejala Tipes

Sampai di kamar, pakaian jas serta baju yang tetap menempel di badan yang belum pernah saya copot saya pakai untuk badan yang tetap menggigil dari ujung kaki hingga ujung kepala. Demam sekujur badan, disertai rasa pusing serta panas di kepala membikin saya tak dapat kemana-mana. Hidup sendiri di kost-an sangatlah menyiksa serta tersiksa. Bangun dari tidur, nyari minum, kepala terasa tetap pusing serta mata memandang kurang lebih seluruh yang saya lihat semua warna hijau, kok dapat hijau semua, parno ini. Nyari makan sendiri, minum sendiri, lidah tak ada rasa, makan yang biasa enak sehingga pahit, astaga!. Badan menggigil selagi 3 hari dari Jum’at ketemu hari Senin. Keringat dingin tiap malam bikin kulit muka juga kena fauna tomcat sialan. Kulit melepuh, untungnya Cuma kena leher serta sedikit kena di muka. Hidup benar ini yang sakit.

Gejala Tipes


Hari Selasa, malam saya langsung ke rumah sakit terdekat saja. Saya jelaskan ke petugas kesehatan  saya meriang, panas dingin, lidah pahit, kepala pusing, demam panas dll. Saya menginap di rumah sakit walalupun petugas tak merekomendasikan. Sebab badan lemas ya mau gimana lagi, mending nginap dulu aja sehari sekalian minta surat keterangan dokter yang dapat mengizinkan saya boleh dapat tak bekerja sebab sakit.

Saya diberi obat 3 macam, masing-masing diminum seusai makan 3 kali sehari. Siap saya tentu bakal habiskan ini obat biar saya cepat sembuh dapat makan-makanan yang enak lagi. Esoknya saya pamit pulang ke kost-an serta saya tak lupa belanja untuk kebutuhan sendiri di kamar dengan badan yang lemas serta jalan pun kayak orang mabuk.

Seusai minum obat, perlahan-lahan lidah pahit agak terasa bertidak lebih, panas dingin juga bertidak lebih. Cuma makanan yang saya makan tak ada yang lunak. Tak apa-apa paling saya wajib mengunyah hingga halus. Kata orang, yang sakit tipes itu makanannya wajib yang halus kayak bubur, ini tak berlaku bagi saya, saya wajib survive dengan keadaan ini. Ingat rumah bila sedang sakit begini, ada yang mengurus setidaknya. Saya sehingga kangen emak di rumah pokoknya. huhu

Hari berlalu, hari Jumat ketemu kembali, saya paksakan masuk kerja Jumat itu, badan terbukti tak kuat serta sedikit lemas-lemas tapi tak diberi rasa pusing saja yang membikin saya ngotot berangkat kerja. Terbukti efek yang baru sembuh dari gejala tipes ini terbukti lemas, lemah pokoknya. Gak dapat diajak berdiri lama, sedikit-dikit duduk tak dapat bersi kukuh berdiri lama.
Hari-hari kemudian saya tak melewatkan makan malam. Saya ingat-ingat mengapa gejala tipes ini terjadi pada saya oh nyatanya begini menurut yang saya ingat:

1. Kecapekan.

Seusai gowes bareng kawan, badan capek tuh telah menempuh seratus kilo tak lebih. Badan terasa tak lebih fit. Serta gejala tipes ini mudah sekali hinggap ke orang yang tak lebih fit.

2. Penyakit Maag

Ini dirinya penyebab saya kena gejala tipes juga, jarang makan malam, selagi 3 hari berturut-turut membikin pencernaan terganggu. Telah tak jarang kena maag serta tak makan pula malamnya, ya telah pukulan telak bagi saya.

3. Tak Cuci tangan

Kalo ini terbukti penyakit yang mengdampakkan perut alias pencernaan terganggu dampak tak cuci tangan, kuman yang masuk ke pencernaan di sini adalah Salmonella Thypi kalo tak salah. Terbukti sih yang tak lebih fit, misal tak cuci tangan sebelum makan mudah sekali kena kuman yang satu ini. Kuman ini hinggap di pencernaan di feces di tangan dll yang dapat menyebabkan sakit tipus. Pokoknya kami kudu cuci tangan deh kalo ingin terhindar dari sakit pencernaan semacam gejala tipes ini.

4. Bersegera periksa ke Dokter.

Penanganan yang saya alamiah adalah bersi kukuh dulu hingga saya bakal sembuh sendiri. Nyatanya saya salah, saya sakit semakin berlanjut hingga lebih 3 hari. Sebaiknya bila dirasa sakit semacam ini lebih baik langsung periksakan ke dokter alias sejenisnya supaya segera ditangani dengan cocok. Anggaran akhir-akhir yang penting sehat dapat bekerja kembali serta dapat menghasilkan uang kembali apabila sehat mah oke. Gara-gara tak ditangani sakit saya sehingga 7 hari, mungkin beda cerita bila saya langsung ditangani. masa penyembuhan selagi 7 hari juga. Total saya menghabiskan waktu penyembuhan setidak sedikit 14 hari.

Ini adalah pelajaran buat saya sendiri di masa mendatang, saya sehingga tahu semacam apa penyakit gejala tipes. Pokoknya saya tak mau lagi kena gejala tipes ini. Rasanya sangatlah menderita. Apalagi jauh dari orangtua, mending sih kalau telah menikah telah ada yang mengurus hehe. Ini belum nikah serta jauh dari rumah pula. Bersyukur yang tetap ada orang tua, makanya hargai kehadiran mereka, rutin tengok ya yang jarang-jarang. Kapan lagi kami dapat berjumpa mereka kalau cuma datang pas ada butuhnya saja, ngaku?. Sebulan sekali tengok mereka pokoknya. Insyaallah bakal panjang umur orang tua kami serta diri kami juga amin.

Demikian pengalaman saya kena si salmonella thypi yang membikin saya sadar, saya wajib dapat menjaga diri serta rutin bersilaturahim dengan orang tua. Semoga semua sobat serta kami diberi kesehatan yang paripurna amin ya rabbal alamin.