Selasa, 14 Januari 2020

Hindari 3 Cara Bayar Down Payment Rumah yang Akan Merugikan Anda


Jika Anda berencana membeli rumah kredit atau yang biasanya disebut KPR ini pastinya akan meminta uang muka. Hal tersebut tentunya mesti dibayar tunai, sudah sewajarnya Anda penuhi. Namun bagi sebagian orang pembayaran ini terasa berat, terutama bagi Anda yang memiliki keuangan pas-pasan. Karenanya, kumpulkan dahulu dana pembayaran itu sebelum mengajukan KPR.

Tetapi sejatinya terdapat beberapa cara yang dapat menyiasati pelunasan DP rumah bila keuangan Anda terbatas. Kenyataannya di lapangan kebanyakan orang malah melakukan kesalahan disebabkan minimnya pengetahuan. Hal terburuk dari dampak negatif kondisi tersebut keuangan Anda jadi berantakan hingga memungkinkan Anda terlilit hutang.

Hindari 3 Cara Bayar Down Payment Rumah yang Akan Merugikan Anda

3 Cara Bayar DP yang Patut Dihindari

Ingin tahu cara pembayaran uang muka yang tidak masuk akal dan membuat Anda merugi dikemudian hari? Berikut ini penjabarannya.

- Dp rumah nol rupiah
Adanya promo dengan uang muka Rp. 0 tampak sangat menggiurkan dan menjanjikan. Akan tetapi, sebetulnya bagi pembeli rumah KPR akan mendapatkan kerugian sangat besar. Kenapa merugi? Hal ini berkaitan dengan pokok hutang di KPR Anda jadi lebih besar. Sebab bila tidak dibayar maka beban harga rumah tersebut masih utuh.

Cicilan perbulannya ikut naik di atas rata-rata dan tanpa Anda sadari beban pembayaran sudah melebihi penghasilan perbulan Anda sebanyak 30%. Bila hal ini dilanjutkan terus lambat laun keuangan jadi kacau. Jadi akan lebih baik Anda tak langsung mengambil rumah dengan DP nol rupiah.

- Dana Kredit Tanpa Agunan
Mendapatkan suntikan dana dari KTA atau kredit tanpa agunan cukup menguntungkan. Apalagi tak sedikit bank yang siap untuk mengucurkan dana untuk para nasabah dalam plafon kredit sampai ratusan juta. Akan tetapi, bila dana itu dipakai bayar down payment, otomatis hutang Anda jadi bertambah dua kali lipat.

Walaupun Anda mengambil KTA dengan bunga di bawah satu persen tiap bulannya, hutang besar atau kecil tetaplah beban hutang yang harus dibayar. Bisa Anda bayangkan bayaran perbulan yang harus dicicil dari KPR dan juga KTA. Pihak OJK dan Bank Indonesia sendiri melarang nasabah yang membayar uang muka dengan cara tersebut.

- Dana dari tarik atau gesek tunai kartu kredit
Cara pembayaran uang muka satu ini harus Anda hindari pula. Walaupun untuk mengaplikasikannya tergolong praktis dan sederhana daripada mengajukan agunan kredit dari bank. Bagi Anda yang mempunyai kartu kredit limit besar pastinya ingin memanfaatkan hal tersebut untuk membayar DP. Terlebih lagi, pihak pengembang akan memfasilitasi uang mukanya dengan jumlah ringan.

Proses penggunaan kartu kredit ini sangat mudah dapat digunakan secara online maupun offline. Akan tetapi tak dapat dipungkiri beban biaya yang harus dibayar. Sebab terdapat bunga setiap transaksi yang Anda lakukan, yakni sebesar 2,25% tiap bulan atau 26,95% per tahunnya. Tak selesai sampai di situ, masih ada biaya tarik tunai 4% dari nilai dana yang ditarik.

Hal ini berlaku pula pada gestun atau gesek tunai. Bank Indonesia secara tegas melarang tindakan tersebut, karenanya Anda hindari menggunakan kartu kredit Anda membayar DP. Supaya terhindar dari kerugian di masa depan.

Untuk terhindar dari cara-cara yang menggiurkan namun menyesatkan ini baiknya Anda hindari. Sebaiknya Anda menabung dengan menyisihkan gaji atau mengambil side job. Bisa dengan jualan online atau hal lain untuk menambah modal pembayaran uang muka. Anda pun dapat lebih fokus membayar KPR tiap bulannya tanpa beban tambahan.